Tata Kelola TI

Posted on 25 Jun 2010 In: Artikel

Tata kelola TI… hmm…. jarang kita mendengar istilah ini, kecuali bagi and yang bekerja di perusahaan TI atau perusahaan yang memang telah menggunakan TI dalam bisnis prosesnya.
Tata kelola TI pada dasarnya merupakan rangkaian kegiatan untuk mengarahkan dan mengontrol perusahaan agar tujuan bisnis dapat tercapai melalui penambahan nilai sekaligus penyeimbang resiko terkait dengan pengelolaan proses TI. Intinya ialah adanya keselarasan antara tujuan bisnis dengan proses IT.
Lho.. kenapa harus dikelola? emang penting IT dikelola? apa pengaruhnya terhadap proses bisnis perusahaan??
Tidak jarang kita menemukan pertanyaan ini, bahkan sering pula kita bingung menjawabnya.
Sebagai gambaran mari kita simak ilustrasi di bawah ini.
Ada sebuah perusahaan biro perjalanan yang menggunakan aplikasi komputer untuk membantu kinerja perusahaannya. Aplikasi yang digunakan hanya berada pada lingkungan tiketing.
Suatu saat database pada aplikasi komputer tesebut mengalami gangguan, sehingga terjadi kekacauan dalam menentukan nomor kursi, jam keberangkatan dan hari keberangkatan.
Terjadi banyak komplain dari pelanggan, yang pada akhirnya para pelanggan tidak percaya lagi dan memilih untuk pindah ke perusahaan travel yang lain.
Bisa dibayangkan berapa kerugian perusahaan tadi? Bisa dibayangkan perusahaan itu akan bangkrut karena tidak ada lagi pelanggan?
Nah, itulah mengapa IT juga harus dikelola secara efketif sesuai dengan best practice yang ada demi mendukung kinerja perusahaan. Pada akhirnya IT kini bukan hanya sekedar pendukung dan pendorong strategi perusahaan, melainkan telah menjadi critical success factor di perusahaan.

Desain Cipher

Posted on 19 Jan 2010 In: Kriptografi

Ada 2 prinsip dasar dalam menghasilkan cipherteks yang aman, yaitu confusion dan difusion.

1. Confusion : mengaburkan hubungan antara plainteks dan cipherteks. Cara paling mudah ialah dengan teknik substitusi. Dengan mengaburkan hubungan ini akan membuat frustasi usaha untuk mencari keteraturan dan pola statistik antara plainteks dan cipherteks.

2. Diffusion : menghilangkan pengulangan plainteks dengan menyebarkan masukan ke seluruh cipherteks. Cara palingm mudah ialah dengan teknik transposisi. Dengan teknik ini diperlukan waktu lebih lama untuk memecahkan sandi rahasia ini.

Algoritma Kriptografi Klasik

Posted on 19 Jan 2010 In: Kriptografi

Teknik enkripsi konvensional telah digunakan orang sejak berabadabad yang lalu. Dua teknik dasar yang biasa digunkana, yaitu:

  1. Teknik Substitusi
  2. Teknik Transposisi

1. Teknik Substitusi : penggantian setiap karakter plainteks dengan karakter lain sehingga plainteks tersebut menjadi cipherteks. Terdapat beberapa teknik, yaitu:

  1. Monoalfabet: mengganti satu karakter plaineks dengan satu karakter cipherteks tertentu
  2. Polyalfabet: mengganti lebih dari satu karakter plainteks dengan satu karakter cipherteks
  3. Unilateral : satu enkripsi dilakukan terhadap satu karakter plainteks
  4. Multilateral : satu enkripsi dilakukan terhadap lebih dari satu karakter plainteks.

Teknik substitusi yang cukup terkenal dan paling tua ialah caesar cipher. Caesar cipher menggeser setiap karakter plainteks sebanyak n kali sehingga dihasilkanlah cipherteks. Teknik ini dapat dipecahkan dengan membuat tabel dengan variabel sebanyak 26 kemungkinan.

Teknik lain yang cukup dikenal ialah playfair cipher. Teknik ini menggunakan matriks 5×5 dan membutuhkan kata kunci untuk mengacak susunan setiap karakter dalam matrik tersebut. Dalam pengoperasiannya dikenal dua istilah yaitu: ERDL (Encypt Right Decrypt Left) dan EBDA (Encrypt Below Decrypt Above). Dalam teknik ini susunan plainteks dipecah menjadi dua-dua karakter. Bila terdapat dua huruf yang sama, maka disisipkan karakter tambahan, contoh “aa” menjadi “axa”.

Teknik substitusi berikutnya ialah vigenere cipher. Teknik ini menggunakan matriks dan kunci tertentu. Sumbu x pada matriks menyatakan karakter tiap plainteks, sedangkan sumbu y pada matriks menyatakan karakter kunci. Tiap-tiap karakter plainteks dihubungkan dengan tiap-tiap karakter kunci sehingga dihasilkan karakter cipherteks.

Sebenarnya masih banyak lagi teknik substitusi yang lain, selain yang disebut di atas…

2. Teknik Transposisi : Teknik ini menggunakan permutasi karakter. Teknik ini menggunakan matrik dengan jumlah yang terbatas, biasanya 6 kolom. Plainteks disusun ke arah kanan kemudian ke bawah. Kemudian susunan plainteks diubah sesuai dengan urutan kunci yang diberikan. Cipherteks dibaca tiap kolom kemudian digabung dengan kolom-kolom berikutnya.

Sekian untuk teknik konvensioanl. Teknik2 konvensioal yang lain masih banyak sebetulnya, namun karena keterbatasan penulis tidak mampu menyebutkan seluruhnya dalam tulisan kali ini.. Good Luck

Hacker, Cracker dan Attacker

Posted on 26 Dec 2009 In: Kriptografi

Sering orang bertanya, apa sih bedanya hacker dan cracker? dan banyak pula yang salah kaprah dalam memahami istilah ini.

Hacker adalah orang yang sangat berminat dalam pekerjaan yang sukar dan tersembunyi dalam berbagai sistem operasi komputer. Seorang hacker dalam melakukan aksinya mengetahui lubang-lubang keamanan dalam sistem dan sebab-sebab adanya celah-celah tersebut. Hacker terus menerus mencari pengetahuan lebih mendalam, membagikan pengetahuannya secara cuma-cuma tentang apa yang diketahuinya dan tidak pernah sengaja merusak data.

Sedangkan cracker adalah seseorang yang membobol ke dalam atau mengganggu keutuhan sistem mesin jarak jauh dengan tujuan jahat.  Cracker biasanya menghancurkan data vital, meniadakan layanan pengguna yang sah atau pada dasarnya menyebabkan masalah terhadap target mereka.

Dalam dunia kriptografi, umumnya lebih sering digunakan istilah attack sebagai usaha untuk memecahkan kode rahasia tanpa menggunakan cara yang wajar. Pelakunya disebut attacker.

Algoritma Kriptografi

Posted on 26 Dec 2009 In: Kriptografi

Ada 2 jenis algoritma kriptografi berdasarkan kuncinya:

  1. Algoritma Simetri (Konvensional)
  2. Algoritma Asimetri (Kunci Publik)

1. Algoritma Simetri

Disebut juga sebagai algoritma konvensional yaitu algorimta yang menggunakan kunci enkripsi yang sama dengan kunci dekripsinya. Dikatakan konvensional karena algoritma ini biasa digunakan orang-orang sejak berabad-abad yang lalu. Algoritma simetri mengharuskan pengirim dan penerima menyetujui suatu kunci tertentu sebelum mereka dapat berkomunikasi dengan aman. Keamanan algoritma ini tergantung pada kunci, membocorkan kunci berarti orang lain dapat mengenkrip dan mendekrip pesan.

Contoh algoritma simetri ialah OTP, DES, RC2, RC4, RC5, RC6, IDEA, Twofish Magenta, GOST, A5, Kasumi, dan lain-lain.

2. Algoritma Asimetri

Disebut juga algoritma kunci publik yaitu algoritma yang menggunakan kunci yang berbeda untuk mengenkrip dan mendekrip pesan. Lebih jauh lagi, kunci dekripsi tidak dapat dihitung dari kunci enkripsi. Disebut algoritma kunci publik, karena kunci enkripsi dibuat publik yang berarti semua orang boleh menggunakannya. Siapa pun dapat menggunakan kunci enkripsi, namun hanya orang-orang tertentu yang dapat menggunakan kunci dekripsi. Dalam sistem ini, kunci enkripsi disebut kunci publik, sedangkan kunci dekripsi disebut kunci privat/ rahasia.

Contoh algoritma ini ialah ECC, LUC, RSA, El Gamal dan DH.

Secara matematis dapat dituliskan dengan:

E(M) = C

D(C) = M

Dengan : E : Enkripsi, D : Dekripsi, M: Pesan, C: Kode/kunci.

Kriptanalisis

Posted on 15 Nov 2009 In: Kriptografi

Kriptanalisis adalah ilmu untuk mendapatkan plainteks tanpa harus mengetahui kunci secara wajar. Kriptanalisis dapat menghasilkan plainteks atau kunci dan juga dapat menemukan kelemahan dalam kriptosistem. Usaha kriptanalisis disebut juga dengan attack (serangan).

Metode-metode kriptanalisis:

1. Wiretapping : melakukan penyadapan data yang ditansmisikan melalui saluran kabel komunikasi.

2. Electromagnetic eavesdropping : melakukan penyadapan data yang ditansmisikan melalui saluran wireless.

3. Accoustic eavesdropping : menangkap gelombang suara yang dihasilkan oleh suara.

Jenis-jenis serangan:

1. Exhaustive attack : biasa dikenal dengan brute force attack, mengungkap plainteks atau kunci dengan mencoba kemungkinan semua kunci. Semakin panjang ukuran kunci semakin sulit dan lama waktu pemecahannya.

2. Analytical attack : menganalisis kelemahan algoritma kriptografi untuk mengurangi kemungkinan kunci yang ada. Kriptanalis harus mengetahui algoritma kriptografinya untuk melakukan jenis serangan ini.

Tipe-tipe serangan yang umum digunakan:

1. Ciphertext only attack : kriptanalis hanya memiliki cipherteks untuk mendapatkan plainteksnya.

2. Known plaintext attack : kriptanalis memiliki cipherteks dan sejumlah plainteks pesan tersebut.

3. Chosen plaintext attack : kriptanalis dapat memilih plainteks yang dienkripsi

4. Adaptove chosen plaintext attack : kriptanalis memiliki kemampuan untuk memodifikasi pilihan berdasarkan hasil enkripsi sebelumnya

5. Chosen ciphertext attack : kriptanalis dapat memilih cipherteks yang berbeda untuk didekripsi dan memiliki akses atas plainteks yang didekripsi

6. Chosen key attack : kriptanalis memiliki pengetahuan tentang hubungan antara kunci-kunci yang berbeda

7. Rubber hose cryptanalysis : kriptanalis mengancam, memeras atau memaksa seseorang hingga memberikan kuncinya.

Klasifikasi kesuksesan kriptanalisis:

1. Total Break : kriptanalis berhasil menemukan kunci atau plainteks seutuhnya.

2. Global Deduction : kriptanalis menemukan algoritma secara penuh tanpa mengetahui kunci.

3. Local Deduction : kriptanalis mendapatkan cipherteks atau plainteks tambahan.

4. Informational Deduction : kriptanalis mendapatkan entopy dari plain/cipher

5. Distinguishing Algorithm : kriptanalis dapat membedakan cipher dengan hasil dari random permutasi.

Ukuran kunci

Jumlah kemungkinan kunci

Lama waktu untuk 106 percobaan per detik

Lama waktu untuk 1012 percobaan per detik

16 bit

216 = 65536

32.7 milidetik

0.0327 mikrodetik

32 bit

232 = 4.3 ´ 109

35.8 menit

2.15 milidetik

56 bit

256 = 7.2 ´ 1016

1142 tahun

10.01 jam

128 bit

2128 = 4.3 ´ 1038

5.4 ´ 1024 tahun

5.4 ´ 1018 tahun

Pengantar Kriptografi

Posted on 15 Nov 2009 In: Kriptografi

Silahkan kunjungi blog :blog.tibandung.com

Bus sistem

Posted on 29 Sep 2009 In: Kapita Selekta

System bus atau bus sistem, dalam arsitektur komputer merujuk pada bus yang digunakan oleh sistem komputer untuk menghubungkan semua komponennya dalam menjalankan tugasnya. Sebuah bus adalah sebutan untuk jalur di mana data dapat mengalir dalam komputer. Jalur-jalur ini digunakan untuk komunikasi dan dapat dibuat antara dua elemen atau lebih. Data atau program yang tersimpan dalam memori dapat diakses dan dieksekusi oleh CPU melalui perantara sistem bus.

Sebuah komputer memiliki beberapa bus, agar dapat berjalan. Banyaknya bus yang terdapat dalam sistem, tergantung dari arsitektur sistem komputer yang digunakan. Sebagai contoh, sebuah komputer PC dengan prosesor umumnya Intel Pentium 4 memiliki bus prosesor (Front-Side Bus), bus AGP, bus PCI, bus USB, bus ISA (yang digunakan oleh keyboard dan mouse), dan bus-bus lainnya.

Bus disusun secara hierarkis, karena setiap bus yang memiliki kecepatan rendah akan dihubungkan dengan bus yang memiliki kecepatan tinggi. Setiap perangkat di dalam sistem juga dihubungkan ke salah satu bus yang ada. Sebagai contoh, kartu grafis AGP akan dihubungkan ke bus AGP. Beberapa perangkat lainnya (utamanya chipset atau kontrolir) akan bertindak sebagai jembatan antara bus-bus yang berbeda. Sebagai contoh, sebuah kontrolir bus SCSI dapat mengubah sebuah bus menjadi bus SCSI, baik itu bus PCI atau bus PCI Express.

Berdasar jenis busnya, bus dapat dibedakan menjadi bus yang khusus menyalurkan data tertentu, contohnya paket data saja, atau alamat saja, jenis ini disebut dedicated bus. Namun apabila bus yang dilalui informasi yang berbeda baik data, alamat, dan sinyal kontrol dengan metode multipleks data maka bus ini disebut multiplexed bus. Kekurangan multiplexed bus adalah hanya memerlukan saluran sedikit sehingga menghemat tempat tapi kecepatan transfer data menurun dan diperlukan mekanisme yang komplek untuk mengurai data yang telah dimultipleks. Sedangkan untuk dedicated bus merupakan kebalikan dari multipexed bus.

Beberapa bus utama dalam sistem komputer modern adalah sebagai berikut:

  • Bus prosesor. Bus ini merupakan bus tercepat dalam sistem dan menjadi bus inti dalam chipset dan motherboard. Bus ini utamanya digunakan oleh prosesor untuk meneruskan informasi dari prosesor ke cache atau memori utama ke chipset kontrolir memori (Northbridge, MCH, atau SPP). Bus ini juga terbagi atas beberapa macam, yakni Front-Side Bus, HyperTransport bus, dan beberapa bus lainnya. Sistem komputer selain Intel x86 mungkin memiliki bus-nya sendiri-sendiri. Bus ini berjalan pada kecepatan 100 MHz, 133 MHz, 200 MHz, 266 MHz, 400 MHz, 533 MHz, 800 MHz, 1000 MHz atau 1066 MHz. Umumnya, bus ini memiliki lebar lajur 64-bit, sehingga setiap detaknya ia mampu mentransfer 8 byte.
  • Bus AGP (Accelerated Graphic Port). Bus ini merupakan bus yang didesain secara spesifik untuk kartu grafis. Bus ini berjalan pada kecepatan 66 MHz (mode AGP 1x), 133 MHz (mode AGP 2x), atau 533 MHz (mode AGP 8x) pada lebar jalur 32-bit, sehingga bandwidth maksimum yang dapat diraih adalah 2133 MByte/s. Umumnya, bus ini terkoneksi ke chipset pengatur memori (Northbridge, Intel Memory Controller Hub, atau NVIDIA nForce SPP). Sebuah sistem hanya dapat menampung satu buah bus AGP. Mulai tahun 2005, saat PCI Express mulai marak digunakan, bus AGP ditinggalkan.
  • Bus PCI (Peripherals Component Interconnect). Bus PCI tidak tergantung prosesor dan berfungsi sebagai bus peripheral. Bus ini memiliki kinerja tinggi untuk sistem I/O berkecepatan tinggi. Bus ini berjalan pada kecepatan 33 MHz dengan lebar lajur 32-bit. Bus ini ditemukan pada hampir semua komputer PC yang beredar, dari mulai prosesor Intel 486 karena memang banyak kartu yang menggunakan bus ini, bahkan hingga saat ini. Bus ini dikontrol oleh chipset pengatur memori (northbridge, Intel MCH) atau Southbridge (Intel ICH, atau NVIDIA nForce MCP).
  • Bus PCI Express (Peripherals Component Interconnect Express)
  • Bus PCI-X (Peripherals Component Interconnect Express)
  • Bus ISA (Industry Standard Architecture)
  • Bus EISA (Extended Industry Standard Architecute)
  • Bus MCA (Micro Channel Architecture)
  • Bus SCSI (Small Computer System Interface]]. Bus ini diperkenalkan oleh Macintosh pada tahun 1984. SCSI merupakan antarmuka standar untuk drive CD-ROM, peralatan audio, harddisk, dan perangkat penyimpanan eksternal berukuran besar
  • Bus USB (Universal Serial Bus). Bus ini dikembangkan oleh tujuh vendor komputer, yaitu Compaq, DEC, IBM, Intel, Microsoft, NEC, dan Northern Telecom. Bus ini ditujukan bagi perangkat yang memiliki kecepatan rendah seperti keyboard, mouse, dan printer karena tidak akan efisien jika perangkat yang berkecepatan rendah dipasang pada bus berkecepatan tinggi seperti PCI. Keuntungan yang didapat dari bus USB antara lain : tidak harus memasang jumper, tidak harus membuka casing untuk memasang peralatan I/O, hanya satu jenis kabel yang digunakan, dapat mensuplai daya pada peralatan I/O, tidak diperlukan reboot.
  • Bus 1394. Bus yang mempunyai nama FireWire memiliki kecepatan tinggi diatas SCSI dan PCI. Bus 1394 sangat cepat, murah, dan mudah untuk diimplementasikan. Bus ini tidak hanya populer perangkat komputer tetapi juga perangkat elektronik seperti kamera digital, VCR, dan televisi.

Sumber: http://id.wikipedia.org/

Pengantar Algoritma dan Pemrograman

Posted on 29 Sep 2009 In: Kapita Selekta

“Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis”.
Kata Logis merupakan kata kunci dalam Algoritma. Langkah-langkah dalam Algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar.

Melaksanakan Algoritma berarti mengerjakan langkah-langkah di dalam Algoritma tersebut. Pemroses mengerjakan proses sesuai dengan algoritma yang diberikan kepadanya. Juru masak membuat kue berdasarkan resep yang diberikan kepadanya, pianis memainkan lagu berdasarkan papan not balok. Karena itu suatu Algoritma harus dinyatakan dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh pemroses. Jadi suatu pemroses harus :
1. Mengerti setiap langkah dalam Algoritma
2. Mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut.

Notasi Algoritma dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman. Meskipun setiap komputer berbeda teknologinya,
tetapi secara umum semua komputer dapat melakukan operasi-operasi dasar dalam pemrograman seperti operasi pembacaan data, operasi perbandingan, operasi aritmatika, dan sebagainya. Perkembangan teknologi komputer tidak mengubah operasi-operasi dasar it, yang berubah hanyalah kecepatan, biaya, atau tingkat ketelitian. Pada sisi lain setiap program dalam bahasa tingkat tinggi selalu diterjemahkan kedalam bahasa mesin sebelum akhirnya dikerjakan oleh CPU. Setiap instruksi dalam bahasa mesin menyajikan operasi dasar yang sesuai, dan menghasilkan efek netto yang sama pada setiap komputer.

Algoritma berisi urutan langkah-langkah penyelesaian masalah. Ini berarti Algoritma adalah proses yang procedural.
Definisi Prosedural menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :
1. Tahap-tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas.
2. Metode langkah demi langkah secara eksak dalam memecahkan suatu masalah.
Pada pemrograman procedural, program dibedakan antara bagian data dengan bagian instruksi. Bagian instruksi terdiri atas runtutan (sequence) instruksi yang dilaksanakan satu per satu secara berurutan oleh pemroses. Alur pelaksanaan instruksi dapat berubah karena adanya pencabangan kondisional. Data yang disimpan di dalam memori dimanipulasi oleh instrusi secara beruntun atau procedural. Paradigma pemrograman seperti ini dinamakan pemrograman procedural. Bahasa-bahasa tingkat tinggi seperti Cobol, Basic, Pascal, Fortran dan C mendukung kegiatan pemrograman procedural, karena itu mereka dinamakan juga bahasa procedural. Selain paradigma pemrograman procedural, ada lagi paradigma yang lain yaitu pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming). Paradigma pemrograman ini merupakan trend baru dan sangat populr akhir-akhir ini.
Paradigma pemrograman yang lain adalah pemrograman fungsional, pemrograman deklaratif dan pemrograman konkuren.

Sumber: www.unsoed.ac.id/cmsfak/

Silahkan kunjungi blog:blog.tibandung.com

  • None found